a_love_for_the_arts_by_delacorr

Cinta tak Bertitik

    Oh cinta, kemanakah engkau pergi? Sudah
    capai tubuh ini mengejarmu, sudah retak jemari kaki ini. sebenarnya, cinta itu
    memang rahasia. Bila terpaksa tak menjadi rahasia alam, sudah banyak kelakuan
    manusia yang menyimpang. Dan sudah banyak rumah sakit jiwa yang menampung para
    pecandu cinta. Saya bersyukur saat cinta bersembunyi dari zahirnya. Hanya
    sekedar menguji, benarkah saya termasuk yang bersabar, ataukah terlalu ambisius
    demi cinta? Dengan kata lain, cinta itu perlu diuji untuk mendapatkan
    derajatnya sebagai ‘cinta sejati’.
    hasrat cinta, muslimah, cinta suci
    blog.thefuturescompany.com

    Saya baru yakin dan menyadari, akan
    hukum LOA. Rata-rata, teman saya adalah yang semisal saya ini; pendiam,
    pemikir, tukang cara makna, dan tak banyak bertingkah. Bersama merekalah
    kenyamanan dicapai, begitupun mereka dengan diri saya. Termasuk terhadap teman
    baru saya ini, subhanallah dan tidak disangka-sangka ternyata juga “suka
    menulis”.  Senangnya punya teman yang
    semisal, sehobi. Untuk masalah cinta, tentu itu tak akan pernah bertemu kecuali
    memiliki kualitas cinta yang semisal. Aththayyibin,
    liththayyibaat
    , begitulah al-Qur’an berbunyi.

    Tak boleh memikirkan cinta, yang perlu
    dipahami hanyalah bagaimana cinta bisa dimanfaatkan untuk hidup. Keindahan
    dalam cinta seharusnya tak membuat mata hati buta dari yang indah. Kepada dunia
    yang terbentang luas, terhadap ilmu pengetahuan yang tak bertepi dan kehidupan
    spritual yang menyatu dalam jasad. Kesemuanya, hanya bisa dirasakan bila cinta
    bisa dipaksa masuk ke alam tersebut. Cinta dalam berpengetahuan, cinta berspritualitas,
    dan cinta akan kehidupan. Sungguhpun cinta terbagi, maka saya hanya ingin
    poligamikan cinta pada tiga aspek ini.
    Perempuan sekarang jumlahnya sudah tak
    karuan, yang cantik juga tak jarang. Selama ini, beberapa orang yang cantik
    yang saya temui hanyalah “kecantikan luarnya saja”. Sifatnya, bikin saya eneg. Kecentilan lah, manja lah, narsis
    lah dan sebagainya. Ya, bagaimana pun peminat mereka memang banyak. Bila mereka
    berpacaran, saya khawatir akan putus di tengah jalan. Apalagi diteruskan ke
    jenjang pernikahan, rasanya paling “sudah hambar”. Karena manisnya kebersamaan
    telah dihabiskan selama masa pacaran. Ini, potret kehidupan saat ini.
    Justru, mereka yang terbungkus dalam
    kerapian hijab dan jilbab, serta menutup aurat yang menarik hati. Wanita
    sholehah bersujud dalam diamnya, senantiasa bertasbih kepada Allah. Itu dambaan
    bagi setiap lelaki, lelaki dari jenis mana pun. Kemudian, Allah akan menetapkan
    siapakah yang pantas untuknya. Yang jelas, lelaki yang baik untuk perempuan
    yang baik terbukti dan perlu diinterpretasi dalam kajian tafsir. Dari berbagai
    perspektif, dan contoh riil perjalanan kehidupan pasangan manusia.
    Pikiran saya tak berhenti di situ saja,
    saya masih bertanya; “Bagaimana menyamaratakan pandangan kecantikan fisik
    sederajat dengan yang tidak?”  Kecantikan
    fisik memang kelebihan dan tak bisa dipaksakan menjadi segala-galanya. Agar tak
    ada lagi keinginan terhadap yang cantik, dan agar tak ada lagi keterpaksaan
    dengan yang tidak. Namun, sebagai manusia sudah tentu saja “kelebihan fisik”
    tak bisa dieliminasi sebagai bahan pertimbangan perjodohan.
    Akhirnya, semua bagi saya adalah sama
    saja. Yang berbeda di mata hanyalah mereka yang memilihi hati. Yaitu, yang
    mendengar, mata yang melihat, dan lisan yang berdzikir. Sesungguhnya Allah
    tidak melihat kepada jasad, melainkan kepada isi hati dan jiwa seseorang. Saya
    yakin, bila hati ini dirawat dengan bijaksana, akan memancar keindahan fisik.

    262 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    5 tanggapan untuk “Cinta tak Bertitik”

    1. Wah mas Agha, saya jadi agak tersentil nih sama yang 'narsis lah' soalnya saya suka narsis hehehe

      Jadi ini ceritanya mas Agha lagi jatuh cinta, semoga wanita yang dijatuh cintainya beneran jadi jodohnya yaa mas ^^

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *