Cemas

    Cemas menurut
    KKBI berarti hati merasa sangat gelisah. Dalam berkehidupan sehari-hari
    seseorang tak bisa dilepaskan dengan adanya gelisah. Karena, hal tersebut
    menunjukkab bila orang tersebut normal. Yang tidak normal bila seseorang
    berlebihan  dalam merasakan kecemasan.
    Kumpulan
    gejalan cemas (Syndrom anxietas) bisa ditemui pada wanita 30,5%
    sedangkan pada pria 19,2 %. Hal ini didasarkan pada survei pada penelitian
    mutakhir. Lalu, kalau begitu bagaimana mengetahui apakah dimanakah yang disebut
    dengan ‘kecemasan yang normal” dan kecemasa yang menjadi gejala gangguan jiwa (baca:
    patologis)? Dan bagaimana cara menghadapi kecemasan? Untuk lebih mudah,
    teruslah membaca artikel ini yang membantu Anda semakin bisa menghadapi
    kehidupan.
    Kecemasan
    yang tergolong dalam area normal bila kecemasan tersebut berfungsi sebagai
    pendorong seseorang berubah menjadi lebih baik, termasuk juga dorongan untuk
    berprestasi. Tak hanya itu, kompensasi terhadap kecemasan juga merupakan
    indikator dari cemas-normal ini. Kompensasi dalam artian, mampu bersikap
    fleksibel dan tidak secara frontal. Bisa beradaptasi dengan kecemasan yang ada.
    Contohnya,
    saat seseorang menghadapi ujian skripsi, tentu ada perasaan cemas di dalam
    dirinya. Bila kecemasan ini menjadi daya pendorongnya untuk menghadapi ujian
    tersebut, maka kecemasan ini adalah kecemasan normal. Selain itu, ia bersikap
    fleksibel dengan kecemasan tersebut. dengan cara, berfikir bahwa semua orang
    juga akan merasakan hal yang sama dalam menghadapi ujian.
    Lalu,
    bila seseorang menghadapi kecemasan sehingga menjadikan prestasinya terganggu, performance-nya
    juga terganggu dan ia merasa sakit karena tidak bisa berkompensasi terhadap
    kecemasan tersebut. maka, ini semua indikator dari kecemasan yang bersifat
    patologis. Dengan menilik peristiwa di atas, bila semangat menghadapi ujian
    menurun, dan membuatnya sakit maka memungkinkan si penderita mengalami syndroma
    anxietas.
    Secara umum,
    gejala kecemasan bisa disebutkan sebagai berikut ini; adanya perasaan cemas,
    hiperaktif vegetatif dengan ciri-ciri detak jantung bertambah atau
    berdebar-debar, ketegangan akibat khawatir secara berlebihan, dan terakhir
    kewaspadaan yang bertambah dan berkelanjutan.  Dan yang tak kalah penting, ternyata rata-rata
    penderita patalogis jenis anxietas ini ialah mereka dengan perawakan yang
    perfeksionis—seseorang yang ‘terlalu’ peduli dan berlebihan dengan masalah kesehatannya.

    dan
    sekarang, gejala kecemasan pada remaja. Yaitu  suka bolos; sekolah, dll. Isolasi diri dari
    teman dan lingkungan, penggunaan narkoba, perilaku mengambil resiko, mimpi
    buruk, keluhan fisik tidak khas, dan prestasi belajar menurun.  

    831 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    4 tanggapan untuk “Cemas”

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *