Bersahabat dengan Masa Lalu

    Masa lalu adalah bagian yang dilupakan dari perhatian
    mengapa hidup terasa tak semestinya.  Yang
    diingat, penyesalan mengapa yang telah terjadi tak membawa kepada perubahan.
    Andai kita kembali ke masa tersebut, bisakah keadaan membaik. Rasional
    berbicara, kita bisa lebih baik terhadap yang telah terlewati untuk kembali
    mengeditnya menjadi lebih baik. Lupa kah! Pengetahuan yang baru tersadarkan
    justru datang setelah pengalaman. Kembali, berarti mengawali
    “ketidasadaran-ulang” akan apa yang belum waktunya tersadarkan.
    Jalan-jalan kehidupan tak melulu dipenuhi dipenuhi oleh
    rintangan, kenyamanan jalan juga pun kan tercicipi. Hanya saja, mereka yang
    sadar akan adanya godaan di setiap labirin kehidupan, menghargai arti sebuah
    “hidup.” Mayoritas kita dihadapkan dengan dua pilihan, melupakan masa lalu dan
    meninggalkannya—walau nyatanya tak mudah, atau memilih bertahan hidup di masa
    lalu menghiraukan sekarang.
    “kami adalah manusia,
    tak mungkin bisa sempurna. Pengalaman kami, tak mungkin terlupakan. Emosi di
    setiap di dalamnya, menjadikannya tanpak nyata di masa sekarang bahkan di masa
    depan.
    ” Inikah suara, jeritan mereka
    yang mengalami hal kelam, trauma terhadap kehadiran masa lalu. Menyesal tidak
    terlalu, menyalahkan dan tidak menerimanya sebuah keniscayaan bagi diri mereka.
    Memang
    sulit, phobia dan trauma anak buah dari masa lalu. Di sana lah banyak orang
    berfikir serius, namun juga tak mengantisipasinya. Terlibat di masa lalu, tanpa
    mau tahu esensi darinya.  Arus derasnya
    masa lalu yang membuat lupa dengan muatan emosi, sehingga pikiran hilang.
    Menghilang misteirus. Apakah yang terpenting dari masa lalu?
    Apakah
    masanya, atau kah komentar orang tentang masa lalu kita, atau kah komentar
    inner voice kita mengenainya.
    Karena
    kepentingan masa lalu tak lebih ingin mendorong seseorang ke masa sekarang,
    naifnya seseorang yang ingin didorong justru tak mau. Ia ingin kembali terhadap
    masa lalu, hidup di dalamnya dan mengedit serta melakukan undo. Layaknya
    software aplikasi komputer. Hidup itu bukan bisa diedit, apa yang salah tak
    bisa di kontro-Z. Jadi, cara termudah merefisi masa lalu adalah bercermin
    darinya, mengatakan bahwa dia pahlawan kita. Tak perlu melawan, tak perlu
    memusuhinya. Semakin hangat persahabatan dengannya, semakin banyak pengetahuan,
    hikmah dan pelajaran yang kan kita terima.
    Beginilah
    yang dinamakan pentingnya memoles masa lalu dengan cukup “mengambil” hikmah dan
    pelajaran darinya. Tidak lebih dari itu, jangan merasakannya, jangan
    memandangnya kembali sebagai kenyataan tetapi biarlah ia sirna beriringan
    perginya waktu yang mengikat di dalamnya.

    Karena
    itulah, kita tak akan pernah memahami arti sebuah kesuksesan bila tak ada
    kegagalan. Kita tak akan pernah mengenal arti sebuah “perjuangan” tanpa adanya
    “godaan”. Godaan adalah hal yang lumrah, yang berhasil melewatinya, akan
    selamat di akhirnya. 

    866 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    4 tanggapan untuk “Bersahabat dengan Masa Lalu”

    1. Masa lalu tak akan pernah sirna dan tak mungkin terkikis oleh waktu..
      Ia akan selalu hidup memenuhi memory berkenaan dengan kenangan, baik atau pun buruk..

      Hanya saja butuh waktu untuk benar-benar merelakan apa yang telah terjadi di masa lalu bila kekecewaanlah yang singgah di sana..

      Kemarin, hari ini,dan esok adalah roda kehidupan yang tak mungkin terputus..
      Jalani dan nikmati, ^_^

    2. paling susah berdamai dengan masa lalu, apalagi kalo sampe meninggalkan trauma. jelas butuh waktu, bahkan dulu pernah juga aku sampe bikin skripsi telat karena ada masalah yang bikin trauma. ya, yang paling penting menikmati hidup dengan asam manisnya yang bikin hidup jadi lebih berwarna. jangan bandingin juga hidup kita sama orang lain yang selalu keliatan bahagia dan ga ada masalah.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *