Berjamaah

    “Indahnya
    hidup bila bersama, meranalah bila sendiri ditinggal pergi.”
    (Agha
    Ma’ruf)
    Jamaah atas secara bersama-sama
    menimbulkan banyak pengertian. Dengan adanya imam, berarti ada itu yang disebut
    makmum sehingga terbentuklah jamaah walau pun berjumlah dua orang. Layaknya
    sebuah organisasi, di mana di dalamnya ada dua orang yang saling bermitra untuk
    mencapai tujuan bersama dengan sama kerja sehingga langkahnya semakin tercapai
    lebih baik. Berkat adanya berkumpulan ini, ada banyak cerita yang dapat
    dibagikan dan didengarkan. Ada banyak kepahitan yang bisa dialami bersama dan
    lebih dari itu, ada “kebermaknaan” dalam kebersamaan dan pekerjaan.
    Adaptasi terhadap kehidupan
    berjamaah menunjukkan kedewasaan seseorang. Di mana, ia begitu luluh dengan
    tekanan masyarakatnya. Karena bila tidak, ia tak akan dapat diterima oleh
    kehidupan mereka sebagai kaum mayoritas. Misalnya saja, di perdesaan seseorang
    itu memiiki rasa kebersamaan yang lebih tinggi dibanding dengan masyarakat
    perkotaan. Bila kamu hidup di desa, kamu tak akan betah bila hanya ingin hidup
    egois, idealis sendiri tanpa menyelaraskan dengan kehidupan masyarakat. Berlebur
    dengan masyarakat akan memberikan perasaan ‘penerimaan diri,’ bila tidak, maka
    akan ada tekanan yang lebih besar.
    Disebutkan, jikalau kamu ingin
    mengetahui siapa dan bagaimana temanmu, maka janganlah tanyakan kepada dirinya,
    tetapi “lihatlah” siapa temannya. Iya, benar sekali bahwa seseorang itu
    tergantung temannya, bila kau berteman dengan tukang pintar lampu, maka
    setidaknya kamu akan diajarkan bagaimana memperbaiki lampu. Berteman dengan
    pejual buah, tentu saja kamu akan memiliki semangat berwirausaha sepertinya.
    Pasti, akan selalu ada pengaruh yang ada di dalam dirimu. Bahkan dalam
    kehidupan beragama pun demikian, seseorang disebutkan tergantung kepada agama
    temannya.
    Selanjutnya, pengaruh dari teman
    diawali karena ingin diterima olehnya. Perasaan ini sudah lazim menjadi
    kebutuhan dasar seseorang di dalam hidupnya setelah kebutuhan akan makan,
    minum, dan aman. Bila kebutuhan penerimaan ini terpenuhi, biasanya ada
    kebutuhan cinta dan kasih sayang yang akan datang selanjutnya. Nah, dalam
    penerimaan seseorang dituntut untuk “selalu” beradaptasi dengan temannya.  Bila tidak, akan dianggap aneh, akan dianggap
    bukan temannya, dan seterusnya.
    Justru, saat beradaptasi, saat
    itulah kamu merasa bermakna, merasa berharga, merasa segalanya, apalagi temanmu
    berjuang sehidup semati untukmu; misalnya saat kamu sakit. Tentu saja, kamu
    akan semakin mudah dipengaruhi oleh nilai-nilai dari dalam dirinya.
    Menunda pekerjaan akibat karena
    lingkungan yang kurang mendukung. Bergaullah dengan mereka yang memiliki
    semangat kerja yang baik, memiliki sikap menghargai waktu yang baik, mencintai
    pekerjaan dan seterusnya. Maka, sedikit demi sedikit kamu akan bisa menjadi
    orang yang tak lagi suka menunda. Carilah teman di mana kamu merasa diterima dengan
    berbagai kesamaan yang ada di dalam dirimu dan di dalam dirinya. Teman yang
    baik, mendorongmu ke arah impianmu. Tak perlu teman yang membuat selalu
    “nyaman” dan enjoy, namun teman yang dapat memaksamu berubah menjadi lebih
    baik.
    “shadiqukan man abkaaka laa man adhhakaka,” temanmu adalah yang membuatmu
    menangis, bukan yang menjadikanmu tertawa riang. Kalau berkeinginan menjadi
    penulis, maka untuk mengatasi penundaanmu dalam menyelesaikan naskah
    berusahalah untuk terus bergaul dan bertemu dengan penulis. Tak perlu merasa risih
    dengan sikap penundaan, cukup diterima apa adanya, kemudian dirubah sedikit
    demi sedikit.

    951 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *