Berfungsi sesuai Peran

    Sekecil apa pun sesuatu selalu terdiri beberapa bagian yang lebih kecil. Dan itu sudah muthlak adanya. Hal yang nampak bagi Anda tak dapat dibagi lagi, pada kenyataannya selalu ada bagian kecil yang menyusunnya. Jika masing-masing bagian yang lebih kecil tersebut tidak berfungsi dengan baik dan sinergis, maka bisa dipastikan kesemuanya tak akan melahirkan kekuatan yang menyatu. Kekuatan yang dahsyat dibanding jika komponen bekerja dengan pincang.
    Mungkin Anda mengira, satu di antara banyak komponen lebih berperan, atau lebih dibandingkan dengan bagian yang lain. Dan kiraan anda itu tidak dapat dipertanggungjawabkan, mengingat sinergi dari semua komponen tak bisa tercipta tanpa adanya kerja sama, tidak menonjolkan antara satu bagian dibanding dengan bagian yang lain. Begitu pula dengan bagia-bagian dari hidup Anda. Anda memiliki bagian-bagian, bagian-bagian dari peran Anda, bagian dari tanggungjawab Anda dan bagian dari hak-hak Anda.
    Di saat Anda mengira bahwa dengan meninggalkan satu peran, demi peran yang lebih besar. Di saat itu perkiraan Anda meleset. Pengorbanan peran sebagai kepala keluarga, demi mendapatkan peran sebagai kepala perusahaan tentu akan berakibat fatal. Tak terkecuali, peran sebagai tukang sapu pun jika ditinggalkan demi peran lain akan menyangsikan sesuatu yang berbeda. Dan itulah, keseimbangan peran dan keberfungsian diri pada semua lini peran menjadi sangat urgens.
    Nah, dengan keseimbangan peran ini Anda tidak lagi terbayang-bayang dengan perasaan khawatir. Anda sudah mampu menyeimbangi dan melaksanakan fungsi diri sesuai peran masing-masing. Dengan hilangnya kekhawatiran adalah awal dari kebahagian. Sungguh tiada terkira jika bahagia adalah keseimbangan peran dan berperan aktif sesuai dengan peran yang dipikulnya. Memberikan hak kepada yang berhak, dan menunaikan kewajiban kepada yang membutuhkan.
    Pertanyaan yang muncul kemudian, bagaimana kah cara mengetahui apakah kesimbangan itu telah tercapai atau tidak? Seimbang berarti tidak berat sebelah, sama rata. Ukuran rata tergantung bagaimana efek yang ditimbulkan dengan tanggungjawab terhadap peran. Peran Anda sebagai karyawan, efek apa yang muncul dengan tanggungjawab Anda sebagai karyawan. Jika memberikan kepuasan, maka itulah batas dari peran Anda di satu sisi. Di sisi lain pada peran yang berbeda juga menuntut adanya batasan. Itulah, mengapa kewajiban yang tak tertunaikan, atau tanggungjawab yang terlalaikan kan selalu menimbulkan perasaan tidak nyaman dan tidak tentram di dalam diri.
    Tentunya, sebelum menunaikan  peran dan kewajiban diri Anda sesuai peran yang ada, Anda sangat dituntut untuk mengetahui di posisi manakan peran Anda. Untuk itu, Anda juga perlu mengetahu hal apakah yang Anda butuhkan? Bagi kepentingan Anda mau pun bagi kepentingan orang-orang yang berada di dalam tanggungjawab Anda.

    So, ketika kewajiban sudah dilaksanakan, ketika itulah anda akan merasakan kebahagian seiring dengan hadirnya perasaan puas dan nyaman karena telah merasa berarti dan berguna. Merasa berhasil dan mencapai tujuan yang susdah ada. Dan tentunya, kedudukan peran yang dijalankan adalah urgen dibanding dengan peran itu sendiri. Mengingat, hidup itu tidak gratis, dengan ungkapan selalu ada tuntutan dari lingkungan di mana Anda berada. Semakin Anda berada di dalam lingkunga yang menuntut, semakin banyak peran. Dan itu memunculkan banyak kemungkinan bagi Anda untuk merasa bahagia yang nyata karena telah menyelesaikan tanggungjawab terhadap peran dan tuntutan. 

    581 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *