Bebek Judes (Juara Pedes)

    “Setiap apa yang
    disajikan, sajikanlah dengan hati agar makannya juga dengan hati”
    Kawan, tahu tidak bahwa ternyata
    semua yang ada di langit dan seluruh isi bumi telah diciptakan khusus untuk
    kita. Dari air yang mengalir, sampai oksigen yang kita hisap setiap hari. Tumbuhan
    dan hewan disediakan untuk kita, ada yang bisa dimakan, dan ada yang haram
    dimakan. Kesemuanya telah ditentukan di dalam al-Quran dan assunnnah.  Sungguh, masih kurang apakah Allah berikan
    semuanya kepada kita semuanya.
    Awalnya aku pribadi tidak
    mau makan bebek, karena merasa tidak pantas untuk makan sesama makhluk Allah. Namun,
    aku yakin makan bebek tidaklah dilarang, asalkan diniatin untuk beribadah. Seperti
    falsafah makan untuk  hidup, maka hidup
    untuk makan tak diragukan lagi kesangsiannya. Dengan demikian, ada pengalaman
    menarik saat pertama kali makan bebek.
    Ayam goreng memang sudah
    menjadi makanan favorit, sampai tiba suatu ketika makan daging ayam jantan. Daging
    ayam jantan yang biasanya digunakan untuk aduan, saya makan bersama adik saya
    karena kondisi yang sudah sekarat akhirnya kami goreng renyah. Sejak itulah
    saya trauma karena dagingnya ternyata keras dan susah disantap. Persepsi pun
    berubah, saat mencoba makan nasi dengan lauk pauk bebek goreng spesial.
    Pertama kali sudah
    kebayang, kalau daging bebek itu tak senikmat ayam goreng. Eh, ternyata setelah
    dicoba ternyata dagingnya sangat empuk dibanding dengan daging ayam goreng. Apalagi
    ditambah dengan sambel pedas, nikmatnya luar biasa. Maka tak heran, kemana pun
    ada selalu kuusahakan setiap ada rejeki untuk membeli “Bebek Judes.” Yang menjadi
    penggembira bagi jerih payah setelah seharian bekerja.
    Kawan, bila kau merasa
    aneh dengan daging yang baru akhir-akhir ini eksis di dunia kuliner, tidak ada
    salahnya untuk mencoba sensasi makan “Bebek Judes” (bebek goreng juara pedes).  Seperti kebanyak pengalaman orang-orang,
    merasa aneh dengan bebek goreng, karena sebelumnya sudah dicecar dengan ayam
    goreng. Tetapi, tidak ada salahnya untuk mencoba masakan jenis ini. Dicoba,
    dirasa  baru kemudian boleh berkomentar.
    Daripada kudet, teman-teman bisa datang langsung
    ke restoran Bebek Judes. Dijamin, akan disajikan dengan masakan yang lezat. Sedikit
    berbicara restoran tersebut, ia didirikan oleh Adhi Widianto tepatnya pada 16
    September 2011 dengan konsep yang modern namun tetap simple minimalis. Berbeda dari
    kebanyak bebek goreng, yang lazimnya ditemui di warteg. Bebek masuk restoran,
    ini baru ide bagus. Sehingga, peminat restoran ini juga mengajak para
    pemuda-pemudi ikut ketagihan.
    Daging Bebek Judes lebih
    empuk, dan tidak amis dengan sajian bersama sambal pedas; sambal terasi dan mangga.
    Wah, keren banget kan! Kalau penasaran,
    silahkan kunjungi restoran terdekat. Untuk melihat alamat cabang dari restoran
    tersebut, silahkan klik di sini.
    Selamat mencoba, semoga
    santapan yang disajikan semakin memanjakan selera lidah Anda. Cobakan rasanya
    daging Bebek Judes seperti yang saya rasakan.

    1,405 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    34 tanggapan untuk “Bebek Judes (Juara Pedes)”

    1. bebek judes.
      nama kuliner yg unik.,
      bukan bebek cerewet gitu.,
      wek wek wek.

      agha dah pernah makan bebek judes?
      gw belum.
      jd penaSARAN KYK GMN SENSASINYA.
      SYGNYA DI JOGJA BLM ADA RESTO BEBEK JUDES 🙁
      *sorry capslock kepencet*

      dagingnya gak alot ya..
      wuah pasti nikmat ditambah sambel ekstra pedes. apalagi klo gak amis kyk yg agha ceritain.

      gudlak tuk GA nya ya agha.
      klo bisa ditambar foto atau gambar di postinganmu biar makin ciamik.

    2. Pagi-pagi udah baca tulisan kuliner. Ngiler ngiler…

      Etapi bener sih, bebek emang rasanya sedikit beda sama ayam. Tapi menurutku daging itu lebih kecil ya dibanding ayam? Eh gak tau juga sih, pertama kali makan bebek nggak bisa makannya. Gak tau mana daging mana kulit 😀

    3. Masa sih bebek nya empuk?
      Seumur hidup aku makan daging bebek, keraaaaaaaaas itu yang dirasa.
      Tapi mungkin penyajian di Bebek Judes spesial yaak.
      Memang tergantung yang masak.

      Bisa juga ni jadi menu buka puasaku nanti :9

    4. ini memang gak ada fotonya, atau di leppi gue aja yg gak keliatan foto bebek judesnya? pengen liat fotonya, pasti tambah ngiler, pedes, gue suka banget sama pedes, tapi gue gak suka pedes, tapi bener tuh, dicoba dulu baru boleh komentar 😀

    5. nyam nyam nyammm, gue juga suka banget sama daging bebeeek, tekstur dagingnya tuh bda dan lebih enak dripada ayam yak Gha..semoga menang dah GA nya. mau ikutan tapinya belum pernah makan Bebek Judes, gimana dong @.@

    6. Luar biasa, ada paragraf yang berlebihan tapi gha. bayangin kalau semuanya tidak pantas dimakan karena semuanya ciptaan Allah. Kita mau makan apa? bukannya nasi (dari padi) juga ciptaan Allah?

      Daging bebek emang lebih lembut. cuma aku lebih suka daging ayam sih.. tulisannya berbobot. mudah mudahan menang ya 😀

    7. Bebek rasanya gimana ya… aku belum pernah makan bebek kayaknya. kalo burung pernah.. hahahaha. tapi lebih enakan ayam :3

      sukses GAnya Ga…. wah lagi ngeborong Giveaway nih. gue juga lagi nyari-nyari info GA. hahaha. maklum, mental gratisan :3

    8. oksigen yang kita hisap (?), kenapa gak pake hirup aja ga 😀
      terus agak ganjel sm kalimat "merasa tidak pantas untuk memakan sesama makhluk Allah"
      jadi selama ini lo makan makhluk ciptaan siapa ga :|v *peace

      kalo gue duah favorit banget makanan pedes haha
      keluarga besar gue emang doyan pedes sih, jadi ngikut
      smeoga bebek judes nanti buka cabang disini deh XD

    9. iyah, sebenarnya daging bebek tuh enak tauk! texturnya sama kayak ayam kampusng gitu, cuma lebih ramping, haha. kamu tiap pulang ngantor makan bebk judes? beruntung banget, gue paling cuma makan batagor. hiks!

    10. Ikut GA ya? Masih bisa diedit enggak? Itu yang kawan, bila kau merasa aneh kayanya lebih sreg ditulis di awal awal cerita. Jadi kesannya enggak mengulang sesuatu yang awalnya sudah Agha jelaskan.

      Nulisnya juga ada yang salah ketik tuh, cek lagi deh^__^V

      Sukses GA nya:)

    11. makanya, kunjungi bebek judes sekarang juga.. kalau ada acara kopdar sekalian makannya bebek judes,. biar tahu bagaimana sensasi makan bebek juara pedes..

      btw.. syukron atas kunjungannya ya..

    12. iya.. yang nyajikan mungkin itu kurang pengalaman. lain kali langsung saja cari warung bebek judes.. disajikan sesuai selera kita.. nyam-nyam nyamm..

    13. ya.. kan aku ngga lagi ikutan tren masa kini. masak sebelum makan, makannya difoto dulu. kalau aku, baca doa dulu… kalau diupload kasian sama yang ngga kebagian kan>>

    14. gampang kok kalau mau ikutan. tinggal pergi ke warung yang ada bebek gorengnya, terus difoto-foto kemudian kakak cerita pengalaman seru sajian bebek..

    15. iya kak.. maklum masih new-blogger… terimakasih atas masukannya. lain kali setiap aku ngeposting #harus diedit sampai 5 kali kalau bisa… terimakash banyak kakk…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *