Balita

    Malu, siapakah yang pernah malu? Malu belajar dari apa, atau
    siapa yang lebih rendah darinya. Hampir tak mungkin ada, yang mau belajar dari
    yang lebih muda, menghormati siapa pun yang di bawahnya kecuali sebagian saja. Inilah
    cobaan terbesar bagi mereka yang merasa besar, walaupun nyatanya ada yang lebih
    “wah.”
    Bayi kecil memang kecil, usahanya tak lebih kecil dari orang
    dewasa. Ia mengalahkan lintas usia akan pencapaiannya yang luar biasa. Tak perlu
    serius dalam proses langkahnya, ia belajar dari kesenangan tiada henti. Semuanya
    dibikin begitu mengasyikkan. Begitulah bayi belajar, lintas waktu tanpa beban
    yang berarti. Bahkan, sakit terjatuh yang menurut orang dewasa sangat
    mengasyikkan tak mampu hentikan langkahnya untuk terus belajar berjalan.
    Banyak hal yang dipelajari dari bayi, dan juga banyah hal
    yang ia pelajari dari kehidupan. Tanpa ada pikiran sebelum apakah hal ini sulit
    atau tidak. Yang jelas, ia raba semuanya, ia sentuh semuanya sampai ia bisa
    mengindera dengan panca indera. (belum selesai)

    816 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    6 tanggapan untuk “Balita”

    1. Banyak kenangan yang masih bisa kita rasakan saat kita semua berusia BALITA atau BAYI. Memang kadang tidak masuk akal namun kenyataan menunjukkan banyak dari orang dewasa yang masih ingat kebiasaan yang dilakukannya di masa kecil. Bahagia kita semuanya pernah merasakan pernah menjadi BAYI

    2. nice post nih bro. mengingatkan kita untuk tidak mau kalah dengan bayi dalam berusaha mencapai sesuatu. kita yang sudah dewasa masak jatuh dan gagal dalam sesuatu aja langsung menyerah dan putus asa, sementara bayi meskipun udah jatuh berulang kali dalam belajar berjalan, tapi dia tetap bangkit dan mencoba lagi.

    3. Jiaaah, kok postingannya belum selesai 🙂
      Tulisanmu bagus, menyentuh.
      Kalau buatku, balita atau anak-anak adalah tempat belajar yang paling oke.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *