BAB

    Setiap orang pasti pernah memiliki pikiran, paradigm dan perasaan negatif. Parahnya lagi, perasaan seperti ini dijadikannya sebagai kebiasaan yang tak tersadari. Ia terus terhanyaut di dalamnya, tanpa berusaha bangkit untuk mengendalikannya. Dan itu pada akhirnya akan mempengaruhi bagaimana ia menyikapi segala sesuatunya; terutama ketika masalah datang menerpanya.

    Lalu, coba anda rasakan tapi jangan coba anda bayangkan. Ketika Anda sedang membuang hajat diri anda—Buang Air Besar (BAB), tentu perasaan lega akan sangat terasa. Sebaiknya, anda menganalogikan pikiran negatif seperti halnya kotoran perut yang harus dibuang dan disimpan dalam lubang penampungan selama-lamanya.
    Di mana ada perkataan yang tidak diinginkan, segeralah dibuang jauh-jauh. Rubahlah fokus diri sendiri, dari yang awalnya negative menjadi fokus kepada hal yang positif. Positif dalam artian perkataan yang berdampak positif kepada diri sendiri. Jangan sekali-kali anda dikontrol olehnya,  oleh pemikiran yang dipengaruhi oleh perkataan diri sendiri. Tapi, kontrollah perkataan dengan cara mengontrol pikiran sebaik mungkin.
    Karena, pilihannya cuma ada dua; antara dikontrol, atau mengontrol. Dikentrol adalah gambaran di mana Anda tidak bisa mengendalikan pikiran dan emosi diri anda sendiri, begitupun sebaliknya, anda harus mampu mengontrolnya dengan baik.
    Memang membutuhkan proses, proses membiasakan diri melakukan hal yang demikian namun dilakukan secara terus-menerus setiap saat. Sampai ia benar-benar menjadi kebiasaan. Kebiasaan inilah yang kemudian akan menjadi karakter di dalam diri anda.
    Jadi, buanglah pikiran dan emosi negatif agar hidup anda tidak lagi terbebani. Agar hidup semakin memberikan makna terhadap diri anda. Agar langkah anda semakin kencang, dan baik. Mulai detik ini, lakukan upaya dari hal-hal yang sederhana dan mudah untuk dilakukannya. Contoh saja, bagi anda yang suka mendengarkan lagu kesedihan akibat kegalauan yang memasuki masa yang lama, segeralah bertaubat dengan menggantinya dengan lagu yang penuh semangat. Berilah otak anda makanan yang bergizi, bukannya yang beracun.
    Yang biasanya sering memaki-maki dirinya karena kurang cakep, segeralah syukuri (berpikir dan berperasaan positif). Sehingga, ia lebih disibukkan dengan hal yang positif dibanding dengan hal yang negatif. Agar keberlangsungan tersebut berjalan dengan lancer, maka janganlah sesekali untuk tidak mengisi waktu luang dengan hal yang positif. Karena waktu luang seringkali menjadi penyebab munculnya hal yang tidak diinginkan.
    Selain itu, perkataan, pikiran dan emosi yang negatif. Seringkali muncul di saat anda tidak mensyukuri hasil yang didapatkan dari jerih payah diri anda sendiri. Misalnya sudah berusaha sekuat tenaga, namun hasilnya ternyata tidak sesuai dengan harapan. Ya, anda harus belajar menerima semunya dengan baik-bany saja.
    Lakukanlah sekarang juga, sampai anda mendapatkan prestasi akibat tindakan anda yang tergolong positif. Prestasi cenderung akan diulangi. Maksudnya, ketika anda tidak menghianati komitmen diri anda sendiri, besar kemungkinan anda akan semakin menjadi lebih baik. Anda akan bisa lebih percaya diri. Lakukanlah perubahan sekarang juga, sehingga anda semakin sadar bahwa diri anda mampu melakukan perubahan tersebut secara mandiri.
    Kesimpulannya, jangan biarkan diri anda dirusak oleh beban anda sendiri; perkataan, pikiran dan perasaan yang negative. Tetapi, berusalah untuk mengontrolnya sebelum anda dikontrol olehnya.

    Kediri, 14 November 2012. 

    691 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *