Asap dan Anak Cucu Bangsa

    Kabut asap di Riau sudah semakin meresahkan masyarakat.
    Kebakaran di beberapa titik sungguh sangat disesalkan keberadaannya. Bahkan,
    kabut ini dapat memasuki area totorial negeri tetangga seperti Malaysia. Semua
    aktivitas terganggu: pendidikan dan perekonomian negeri ini. Kabut yang tak
    cepat terselesaikan dan penanganannya sulit untuk dilakukan sampai tuntas.
    Negeri ini kaya dengan sumber daya alam dan adat istiadat
    kebudayaannya. Budaya kolektif seharusnya mampu menciptakan konformitas bagi
    para perusak lingkungan. Maka bangga ini merupakan kebanggaan kita semua. Bukan
    perorangan, justru harus merata untuk semuanya. Bila tidak, keegoisan diri,
    nipotisme terus berjamuran. Ujung-ujungnya korupsi selalu mencuat sampai tanpa
    akhir.   
    Falsafah “sedia payung sebelum hujan” solusi jitu menghadapi
    segala bentuk permasalahan. Namanya juga hutan, sudah tentu ada orang yang
    sengaja atau tidak membakar hutan. Bila memang pencegahan dilakukan, mengapa
    banyak titik yang terjadi kebakaran. 1,2 dan 3 titik kebakaran mungkin bisa
    ditolerir. Kelemahan kita tanpak dari sini, saat kerusakan lingkungan lebih
    dari batas kewajaran.
    Kita sebagai bangsa yang satu, yang pernah bersatu melawan
    penjajahan ternyata “belum” mampu melawan jenis penjajahan budaya instant.
    Zaman telah membesarkan budaya itu, dan sekaligus menghanguskan budaya bangsa
    ini, yang harmoni dengan kekuatan alam. Kesadaran diri akan lingkungan seperti
    kesadaran diri akan diri sendiri sama pentingnya. Menyadari lingkungan, berarti
    menyadari generasi penerus bangsa ini. Anak cucu kita nantinya. Sebab itulah,
    merenung dampak dalam jangka panjang menjadi penting. Jangan jajah anak cucu
    kita hanya untuk kepentingan diri kita di saat ini saja.

    821 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    3 tanggapan untuk “Asap dan Anak Cucu Bangsa”

    1. Aku sungguh sangat miris melihat acara berita di tv tentang kabut asap di Riau yang semakin parah dan yang sangat mengejutkan pemerintah malah sangat tidak ada respon.

      Semoga kasus ini cepat tuntas. 🙂

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *