SAM_0030

Andaikan Buku itu Sepotong Pizza

    Asyik Membaca, Sepotong Pizza
    membaca Asyik
       
             
    Membaca Aktif:
    ·   AMBaK? Rasakan sebelum membaca.
    ·   Pahimilah perkata, jangan terlewatkan.
    ·   Jeda & Ngemil dalam membaca
    ·   Ikatlah “makna”, dengan bahasa sendiri
    ·   Usahakan memahami lebih dalam, baru boleh berdebeat.
    ·   Repitisi pembacaan (inderawi).
    Membaca Kreatif:
    ·   Cobalah membaca dari belakang belakang. Apa Yang kamu peroleh?
    ·   Membaca secara acak. Dan temukan segera ‘kelezatan’ susunan kata-kata acak.
    ·   Carilah unsur-unsur yang membangun sebuah buku (indeks)
    Membaca Imajinatif:
    ·   Anggaplah buku tidak hanya untuk dibaca, tapi juga untuk diacak-acak (dibenturkan dengan pengalamanmu)
    Menginkat Makna (Menulis tulisan bertenaga):
    ·   Berfikirlah bagaimana menyulap hal yang biasa menjadi hal yang berharga? Ciri-cirinya; Berkaitan dan menjadi pengalamanmu, terkesan dengannya, dan “seringkali” mengeluarkan materi tersebut (lisan & tulisan)
    ·   perkaya refrensi
    ·   berlatih menulis diary pada awalnya.
    Pembuka:
    ·   sebagai perwujudan dari menulis diary.
    ·   Menemukan diri sendiri pada “pembiasaan” menulis.
    ·   Sean Coonery, “Saya bantu dia menemukan kata-katanya dengan beberapa kata-kataku.”
    ·   Putu Wijaya, “…. Kebenaran itu datang berlahan-lahan, tak henti-hentinya, mengalir kepada kita kalau kita terus bekerja.”
    Diary:
    ·   Melibatkan pengalaman diri sendiri dalam membaca.
    ·   Memaknai setiap bacaan, tulisan, dan pengalaman (tanyakan, “apa artinya semua ini bagiku)
    ·   Sebagai sarana mengatasi kendala-kendala (bebas dari penilaian) Menulis sebebas-bebasnya, dan mempolesnya menjadi aneka rasa.
    ·   Daniel Dhakidae, “Catatan harian adalah potret dengan sinar Rontgent dan perjelmaan diri paling dalam dari seseorang.
    ·   Bagaimana tulisan muncul, dan bagaimana latar belakangnya.
    Judul & Latar;
    ·      Bagimana mengubah buku selezat pizza?
    ·      Carmel Bird, “Ketika mulai membuat catatan harian, Anda mulai memberikan banyak perhatian pada diri sendiri dan pada apa yang terjadi di dalam hati Anda. Dalam diri Anda terpencil, paling rahasia. Dari kegiatan yang jauh dalam diri Anda itulah, hidup, Vitalitas, dan makna fiksi Anda berasal.
    ·      Makna yang berproses, untuk menuju suatu gagasan yang “wah”.
    ·      Mempersepsikan buku sebagai tulisan, membangun kebiasaan membaca, memandang bacaan dari perspektif yang berbeda.
    ·      Menjadikan buku sebagai sarana untuk mengenal diri sendiri.
    Menganggap Buku Sepotong Pizza
    ·      Kunci untuk semuanya (termasuk buku) adalah “paradigma”. Bagaimana paradigmamu terhadap membaca buku?
    ·      Perbaharuilah paradigma membacamu, seperti kaca minus.
    ·      Mengubah paradigma membaca; awali dengan buku yang mudah dan digemari olehmu, cicipi kelezatan buku secara ngemil (jangan membaca sekaligus), cari halaman yang menarik perhatian.
    ·      DR. C. Edward Coffey, “Kegiatan membaca buku mampu mencegah kerusakan saraf-saraf otak.” [20-23]
    Manfaat Membaca Buku:
    ·      Karena kamu memusatkan perhatianmu, dan itu merangsang otak. Akibatnya, ia melebihi dari sekedar ceramah.
    ·      Hal yang manarik dalam buku, diberi tanda dan catatan.
    ·      Kalimat menarik, membuat saraf terhubung. Dan menemukan sesuatu yang baru.
    ·      Membaca buku membuat dirimu tetap berfikir.
    ·      Collin Rose, “Semakin banyak perangkat;indrawi dilibatkan, semakin baik pula sebuah informasi terekam.”
    Membaca dengan Gaya SAVI
    ·   Sebelum mebaca dengan metode ini, ‘harus’ mengubah paradigma membacamu, memahami AMBaK.
    ·   SAVI (Somatis;Gerak), (Auditori; Bunyi [lebih-lebih pada kalimat yang sulit dicerna]), (Visual; gambaran [mempercepat pemahaman gagasan]) dan (Intelektual; merenungkan [manfaat yang telah dirasakan]).
    Makin ganjil, makin lezat
    ·   belajar dengan nyaman dan menyenangkan.
    ·   Tampil beda dan unik dalam hal apa pun.
    ·   Menulis dengan dua belahan otak, dan penyajiannya pun dengan dua belah otak. Maka, perhatikanlah bagaimana kamu menyajikan tulisanmu kepada pembaca.
    ·   Ali Syariati, “buku adalah seperti makanan, tetapi makanan untuk jiwa dan pikiran. Buku adalah obat untuk luka, penyakit dan kelemahan-kelemahan perasaan dan pikiran manusia. Jika buku mengandung racun, jika buku dipalsukan, akan timbul bahaya kerusakan yagn sangat besar.”
    Agar Anak Gemar Membaca;
    ·   Karthy A. Zahler,”….saya tumbuh di sebuah rumah yang didalamnya ada banyak buku dan kedua orangtua saya sangat mencintai buku. Saya membaca buku secara rutin sejak kecil. Membaca buku merupakan kegiatan favorit saya hingga sekarang.”
    ·   Mengubah kebiasaan seseorang, harus diberikan teladan yang baik.
    ·   Caranya; berilah kesempatan seluas-luasnya kepada anak untuk benar-benar melihat kita sedang membaca, libatkan mereka dalam membaca (bagikan kepadanya informasi, atau dengan suara yang keras).
    Membaca dan Menulis Sebagai Basis Pembelajaran
    ·   Mary Leonhardt, “jangan menjatuhkan hukuman karena PR anak anda tidak selesai, pastikanlah rumah Anda bersuasana santai, penuh cinta, dan menjadi tempat yang mengutamakan kepentingan anak-anak.”
    ·   Kemudian dia menambahkan, “…Jika Anda berhasil menumbuhkan kecintaan dan kebiasaan membaca serta menulis dalam diri anak-anak Anda, kemampuan membaca dan menulis dengan baik otomatis akan menyusul.”
    ·   “Keahlian membaca dan menulis yang baik, serta minat akademik yang tinggi, akan membaca mereka pada percapaian yang jauh lebih tinggi ketimbang sekadar nilai-nilai yang tinggi di sekolah.” Kata mary.
    ·   Cari cara agar membaca bisa “asyik & enjoy”. Carilah cara selalu, dan teruslah mencari? Akhirnya juga pasti ketemu.
    Buku =?
    ·   Rendra, “Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala. Dan perjuangan adalah melaksanakan kata-kata.”
    ·   Wacana adalah ucapan yang di dalamnya seorang pembicara menyampaikan sesuatu tentang sesuatu kepada pendengarnya.
    ·   Pembaca boleh menciptakan makna tersendiri saat membaca buku, tanpa mengindahkan maksud pengarangnya.
    ·   Sas’ad bin jubair yang hidup pada abad kedelapan mengishkan pengalamanya,”dalam kuliah kuliah ibn Abbas aku biasa menuliskannya di atas kulit sepatuku dan kemudian di tanganku. Dan ayahku sering berkata kepadaku, Hafalkan”, tetapi terutama sekali tuliskanlah.
    ·   Bukumu akan membantumu ketika kau menuliskannya.
    ·   Tulis dan sebarkan ilmumu di antara saudaramu.
    ·   Sesuatu yang dituliskan akan menjadi sahabat saat kekacauan terjadi.
    ·   Buku diperlukan dalam segala upaya menuntut ilmu pengatahuan.
    ·   Jangan susah payah anda menyalin sebuah buku. Lebih baik anda menghabiskan waktu untuk menelaah buku tersebut.
    ·   Menulis sudah menjadi anjuran dan suatu saat pasti sangat dibutuhkan. Kelak ketika kekacauan terjadi.
    Buku sebagai ilmu
    ·   Cirri-ciri buku berkualitas yaitu; menggerakkan pikiran, kemasan yang menarik dan menghadirkan manfaat yang luar biasa dan luas.
    ·   Buku yang baik setidaknya tidak ditrntukan oleh komuditas karena ia melebihi barang dan yang banyak mengandung banyak manfaat dan ilmu pengetahuan.
    ·   Meirer menyatakan bahwa belajar itu  bersifat hologarfik, menyeluruh.
    ·   Buku menggantikan pengalaman konkrit dan seharusnya seseorang pelajari dalam trial and error.
    ·   Sebaiknya buku apa pun materinya sebuah buku. Buku itu tak dapat menyampaikan materi di balik itu kepada pembacanya. Materi sebuah buku baru dapat dikenal apabila buku itu sudah dibaca oleh  pembacanya.
    Teknik pertama (Memasak bahasa yang menggerakkan pikiran)
    ·   Bahasa adalah komponen paling penting setelah isi dari bahasa tersebut, hubungan antara paragraph juga perlu diperhatikan.
    ·   Bahasa yang merangsang nalar rasio.
    ·   Caranya adalah; susunan kalimat harus logis (otak kanan dan otak kiri), diksi kata yang enak dan menggairahkan (enak untuk otak kanan), dan terakhir ada koherensi dalam semua kalimat dan komposisi yang selain harmonis juga menyimpulkan.
    Teknik kedua (mengukir daya pikat buku)
    ·   Buku dapat dibaca oleh siapa saja, perhatikan intisari dan judul serta synopsis buku harus benar-benar dikemas dengan menarik dan bagus.
    ·   Dapat merangsang semua indera.
    ·   Temukan sesuatu yang menonjol dari sebuah buku.
    Teknik ke tiga (mengemas manfaat buku)
    ·   Temukan sebanyak mungkin manfaat sebuah buku.
    ·   Posisikan buku sebaik cara menebarkan ilmu dan harus disajikan dengan menarik dan indah. Ingat dalam kesederhanaan terdapat kekuatan.
    ·   Tunjukkanlah bahwa pengarang adalah penulis yang sudah   menjadi pakarnya dengan menyertakan biografi beserta pendidikan dan organisasi.
    ·   Kemaslah buku dengan sangat menarik;kebahasaan yang berarti diksi kata yang baik, menentukan sisi menarik dan yang bermanfaat dari sebuah buku.
    Membaca dan menulis sebagai sarana melejitkan diri
    ·   Sebenarnya saya tidak memiliki bakat untuk menulis. Tapi saya mencoba untuk belajar mensyukuri nikmat Allah yang sudah saya miliki.
    ·   Kebisaan  yang terpolalah yang dapat membentuk efek tertentu kepada pembaca.
    ·   Menulis adalah alat pembebas apapun, dan terapi sebagai mengatasi tekanan-tekanan hidup.
    ·   Hernowo mengatakan, “Saya dapat mengatasi kegagapan mengekspresikan diri ke luar setelah saya membaca secara marathon dan kemudian menuliskannya apa saja yang say abaca ke dalam lembaran-lembaran kertas.”
    ·   Membaca dalam artian memahami secara utuh apa yang disampaikam oleh penulis buku, dan hasilnya pun dituliskan dengan mencurahkan semua yang ada di otak dan hati untuk menemukan hal baru.
    ·   Prinsip pertama dalam menulis adalah pengembangan diri.
    ·   Saya mendapatkan kelegaan yang luar biasa setelah mengerluarkan semua yang berada di dalam otak saya, hati perasaan saya.
    ·   Menulis secara mencicil, dan tidak sekaligus. Memahami setiap bacaan.
    Membaca dan menulis dua aktivitas yang saling melengkapi;
    ·   Membaca dan menulis sebagai dua kegiatan yang tidak  dapat dipisahkan. Membaca akan semakin efektif jika dibarengi dengan menuliskan apa yang dibaca (hasil pemahaman dan benturan pemikiran sehingga menemukan makna baru).
    ·   Saya tidak setuju hanya sekedar menulis, saja. Setelah kegiatan membaca. Saya kira, seseorang harus mempu berfikir kreatif dengan terlebih dahulu merumuskan pemikierannya dengan bahasa yang baik, kemudian dipreteli dengan paradigma yang bermacam-macam.
    Membaca dengan metode SAVI
    ·   Membaca adalah salah satu bentuk pembelajaran dan membutuhkan metode khusus pembelajaran.
    ·   Auditori ketika menemukan kalimat yang sulit untuk dipahami, atau kalimat yang menarik namun kita sulit untuk berkonsentrasi.
    ·   James W. Pennebaker, “Ekspresikan secara bebas dalam bentuk tulisan dosa-dosamu, niscaya dirimu akan terbebaskan dari tekanan-tekanan.”
    Menulis (Krashen & Pennebaker)
    ·   Opening Up (blak-blakan)
    ·   Niat awal menulis bukan untuk menjadi penulis, tapi untuk berbagi dan membantu sesame saudara.
    ·   Writing your wrongs.
    ·   Menulis membantu memecahkan masalah, dan tulisan baik lahir dari mata, pikiran dan hati yang banyak membaca.
    ·   Kekhasan atau  kebiasaan menulis bukan dibentuk oleh aktivitas menulis, melainkan oleh aktivitas membaca  yang  dibiasakan.
    ·   Banyak menulis tidak berkaitan dengan kebermutuan tulisan, namun kuantitas dan kualitas membaca akan mempengaruhi kualitas menulis.
    ·   Penguasaan bahasa berasal dari pemahaman (membaca) bukan pengeluaran tanpa pemasukan (menulis asal-asalan).
    Membangun gagasan dan mengembangkan gaya menulis
    ·   Sesibuk apapun kamu tetap bisa menulis, asalkan pintar membagi waktu dan melakukannya secara mencicil.

    203 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *