Ampunilah Aku

    Wahai Tuhanku, di pagi dan sejuk ini hatiku tanpak terkoyak-gelisah. Setelah tertidur sehabis shalat maghrib sampai shalat subuh datang menghampiri. Dalam hati ini, mengapa bisa? Aku bertanya dan selalu bertanya, semoga saja ini tidak akan berlanjut untuk yang kedua kalinya. Cukuplah ini yang terakhir kali bagiku.

     Astaghfirullah,.. sakit sekali hati ini, menyesal sekali hatiku ini. Tiada yang dapat aku katakan, kecuali terpikirkan begitu pedihnya siksa kubur yang kau janjikan, begitu dahsyatnya siksa neraka yang kau tuliskan dalam al-Qur’an. Seakan terasa begitu menyiksa, mau melakukan ini dan itu terasa tak nyaman.
    Aku fikirkan dan terpikirkan, dosa apa yang aku lakukan ini. Bukankah di sana para waliyullah dengan segenap kekhusyuannya mampu menggapai asmara dengan sang Khalik. Menyelami hakekat makna hidup yang tak tampak nyata, menipu dan permainan senda gurau saja.

    Allahumma anta rabby, laa ilaha illa anta khalaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ahdika wawa’dika mastatha’tu, abuulaka binikmatika ‘alayya wa abuulaka bidzanbi faghfirly fainnahu laa yaghfirud dzunuuba illa anta.  

    706 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *