Akuilah, dan rubahlah!!

    Dan akuilah segala hal apa pun, kamu pun akan mengetahuinya dan dapat mengubahnya. Bagaimana mungkin dokter akan memeriksamu dan mengubah sakit gigimu, jika saja kamu tidak pernah mengaku kepadanya bahwa kamu sakit gigi. Seorang penjahat tentu mereka yang tak berani mengakui kenyataan dirinya, menyembunyikan fakta dalam kata-kata. Maka tak salah, sehebat apa pun mereka tempat akhirnya adalah penjara. Semakin terkekang dari kesombongan untuk mengakui kesalahannya.
    Ada ancaman bagi mereka yang tak mau berjujur pada diri, mengakui apa adanya. Karena, terlanjur tidak mengakui dapat mengubah keniscayaan lebih baik menjadi memperburuk keadaan. Semakin berbohong, tidak mengakui kesalahan. Semakin dipersulitlah liku-liku di persimpangan menuju semua keinginan dan cita-cita.
    Sudahlah, kejujuran selalu membuatmu mujur. Karena di balik itu ada kekuatan. Lalu, apa kaitannya dengan pengetahuan. Begini, saat kamu tidak jujur dirimu belum mengetahui hal apa pun, seharusnya kamu jangan bersikap arogan seakan sudah berpengalaman. Apabila suatu kepemimpinan di berikan kepada tangan yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran.
    Begitu pun, jujurlah jika kamu memang tidak tahu, dan belajarlah dari ketidaktahuan itu. Dan juga jangan takut, untuk berkata jujur bahwa kamu bisa melakukan ini. jangan banyak pikir, karena merasa rendah kurangnya pengalaman. Pengalaman satu kali dan dipelajari dengan seksama lebih banyak dari pengalaman yang tak mampu membuat seseorang berjalan di atas jalan yang benar. Tapi, membuatnya terjatuh ke dalam sungai yang sama.
    Kejujuran mengakui kelemahan memang pahit, lebih pahit dari pada obat tikus, tapi akibatnya lebih manis dari pada madu hutan. Biarlah kejujuran itu melukaimu pada kulitnya, tapi menyembuhkan pada isinya. Yang penting isi, tidak apa-apa walau pun kulitnya berduri. Selalu ada harapan dalam kejujuran, keberuntungan pun akan jatuh-sayang kepadamu.
    Nah, setelah kamu mengakui semua ketidakmampuan, sudah saatnya kamu segera merubah hal tersebut. Lakukanlah perubahan sedikit demi sedikit, tapi harus jujur dalam evaluasi pada kenyataan dari proses tersebut. Namanya juga belajar, perubahan sekecil apa pun sudah cukup sukses untuk dibilang sebagai proses belajar.
    Belajar berarti berubah, terlepas dari besar atau tidaknya perubahan tersebut. Jelasnya, perubahan tersebut adalah perubahan ke arah yang lebih baik. Bukan malahtambah parah. Dengan evaluasi kembali terhadap perubahan kecil tersebut, maka kamu akan mengetahu mana yang seharusnya lebih diperhatikan. Tanpa adanya evaluasi yang jujur, sulit pula mengubah sesuatu yang dianggap berubah. Akibatnya, ada banyak orang tergelincir ke lubang trotoar yang sama karena tidak mau tahu bahwa dirinya terjatuh ke lubang tersebut.

    Agar proses belajar (baca:berubah) tetap produktif dan maksimal. Yang dibutuhkan sebenarnya adalah melakukannya sesederhana mungkin pada beberapa waktu yang terpisah. Berangsur-angsur perubahan yang kecil selalu mengalahkan perubahan yang besar. Walau sedikit, tapi selalu lebih oke! Karena tidak ada sejarahnya manusia langsung terlahir menjadi dewasa. Butuh banyak pengalaman, dan proses alamiah.   

    776 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *