SAM_0593

#Aku, Koran, dan LPM DeDIKASI

    Sudah dua bulan aku buta, buta dari media pertelivisian dan media koran. Akibatnya, apa yang terjadi di luar sana aku tak menyadari bahwa itu memang benar-benar nyata adanya. Aku tuli dengan kenyataan masalah yang semakin menggrogoti masyarakat.

    Koran nasional yang menjadi favoritku adalah koran kompas, Republika, Jawa Pos, itu selain ketiga istriku itu, maaf-maaf saja dech. Aku talak pitu wae..seperti pernah disinggung oleh Dolly Partoson seorang penyanyi yang berniat tak memiliki anak, karena ia menganggap bahwa albumnya sebagai anak-anak darah dagingnya sendiri, ia berposisi menggantikan dari anak biologis yang tak pernah diinginkannya.

    Ketiga istriku itu ketemui setiap hari di Perpustakaan kampusku, ia selalu setiap menyambutku untuk dibaca, kugeletakkan dirinya di atas meja untuk kupahami isinya, untuk kebredelin dan ku nikmati isinya. Alhamdulillah, tak akan lama anak karyaku akan terlahirkan dengan selamat sentosa sesuai dengan keikhlasanku dalam membuka dan memahami ilmu tersebut.
    ***
    Jam 16.00 aku berkunjung ke kantor redaksi LPM DeDIKASI guna menepati janjiku kepada PU baru, Mas khairuddin. Setibanya di sana, aku tidak lantas masuk begitu saja, aku perlu permak kakiku yang masih berbau kaos kaki, lantas, aku langsung ke kamar mandi guna membasuh kakiku tersebut.
    Matanya terlihat tertunduk, ia tak memandangku, namun hatiku selalu memandangnya, “mengapa mereka memandangku sini?” aku sendiri merasa tidak nyaman dengan diriku, tempat yang jarang aku jamah tersebut, pada hari ini menjadi awal dari keaktifanku di LPM. Aku malu pada mantan PU, maupun teman-teman yang ada pada saat itu; Mas Ahmed, Mas Khairuddi, Mba Hayin dan Mba Adelia.
    Aku pun duduk di dekat mas Khairuddi, sembari mengabarkan. Ia telah mempercayaiku untuk menjadi Ketua Penanggung Jawab Buletin “Sorot” LPM Dedikasi yang terbit triwulan. Setidaknya dua kali dalam satu semester. Bagiku, ini adalah tantangan sekaligus peluang.
    Tantangan untuk mendapatkan kepercayaanku yang telah luntur karena meninggalkan LPM dengan tanpa ampun, tak pamit dengan baik-baik. Sedangkan kesempatan ini menjadi peluang guna menimbah ilmu kejurnalistikan. Aku harus otodidak belajar dengan sangat baik, dengan banyak berlatih menulis. Aku harus membuktikan kepada teman-temanku dengan kekurangannya yang tidak dapat berbicara, aku mampu untuk menulis dengan sebaik-baiknya.

    291 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *