Ada celah Perbedaan

    Beberapa terlahir dengan banyak kelebihan, tapi hanya segelintri saja yang benar-benar memanfaatkan dan mengembangkannya menjadi lebih baik. Dunia yang indah tak melebihi keindahan dirimu, berbegai hal bisa kamu pelajari dari dunia, kemudian menjadi dirimu yang lahir dari tidak tahu apa pun, menjadi orang yang mengetahui.

    Tampak jelas dalam keseharianmu, ada celah perbedaan antara mereka yang mengetahui dan yang tidak. Antara mereka yang mengetahui-untuk, dan mengetahui-hanya. Sudah selayaknyalah, jika tidak ada yang diharapkan, maka tak usah kau turuti kata hatimu;terlahir dengan hasrat mengetahui. Untuk memenuhi hasrat itu, kamu perlu memperjuangkannya dengan penuh “kecurigaan”.
    Curiga, mengapa dengan mengetahui, semua hal berubah. Mengapa orang yang tidak mengetahui banyak tentang, lebih selalu mendapatkan sedikit hal dibanding mereka yang tidak. Selalu ada perbedaan antara apa yang orang mahir di dalamnya dengan mereka yang tidak. Termasuk harus curiga kepada diri sendiri, mengapa belum mampu mencapai ini, dan mencapai itu?
    Sekali lagi, perbedaan ini nyata adanya. Selama manusia masih memiliki hasrat untuk mengtahui, sebagaimana hasrat untuk bertahan hidup. Suatu ketika kamu akan menyadari banyak, dari banyak contoh tipe seseorang dalam melakukan hal apa pun. Jelas sekali, para pengembara hutan yang berpengalam selalu berbeda dengan mereka yang miskin pengalaman.
    Bagaimana reaksimu, saat awal kamu masih belum tahu membuka tutup botol minuman? Apakah kamu sesegera mungkin mendapatkan apa yang ada di dalamnya berupa air untuk menghilangkan dahaga. Tentu, kamu masih perlu bertanya dan belajar dari orang-orang yang berada di sekelilingmu. Setelah kamu tahu, kamu baru bisa mencapai apa yang kamu inginkan.
    Pengalaman selalu mengajarkan, apakah seseorang tergolong mengetahui atau tidak. Dengan pengalaman itu, akan terbukti apakah ia banyak tahu, atau tidak? Tak apalah, karena tidak ada seseorang lahir dengan pengetahuan banyak, tanpa ada proses belajar. Pengalamanlah yang mengajarkan seseorang banyak pengetahuan.
    Nah, termasuk bagaimana kamu makan adalah hasil dari proses pengalaman yang dipelajari. Bukan hanya dialami tanpa ada penyadaran diri, oh yang benar ternyata begini. Jadi seharusnya begini pula. Jadi, perbanyakalah “mengalami” untuk dapat belajar banyak darinya.
    Setelah belajar dari pengalaman dilakukan, kamu akan semakin merasa lebih mudah untuk melakukannya untuk yang kedua kalinya dan yang seterusnya. Kamu semakin percaya diri dan memiliki kecenderungan untuk melakukan yang kedua kalinya. Dan pengalaman ini tentu sangat membantu untuk mempermudah hidupmu.
    Jelasnya, pengalaman itu bermanfaat jika kamu dalam keadaan terpaksa menghadapi suatu keadaan dan menuntut kamu untuk segera menghadapinya dengan penuh ketabahan. Belajar dari kesalahan setelah menerimanya dengan lapang dada. Jika tidak ada kesulitan, tidak ada ‘gesekan-emosi’, kamu tak akan pernah. Nah, masalah yang kamu hadapi dalam keseharian adalah ladang subur untuk belajar setiap saaat.
    Tentunya, pengalaman tak harus mengalami begitu saja. Kamu harus belajar darinya untuk mencobanya yang kedua kalinya. Jangan mau melakukan sesuatu tanpa mengetahui sesuatu tersebut, mengapa harus itu, dan bagaimana cara cepat melakukannya tapi bisa efesien?
    Pengalaman tak hanya bisa didapatkan dari apa yang dialami, tapi belajar dari pengalaman orang lain adalah salah satu cara untuk belajar, selain praktis dan juga menghemat waktu. Tidak mungkin kamu harus mengalami kecelakaan untuk belajar bagaimana rasanya jika kecelakaan itu menimpamu.

    Akhirnya, jika hidupmu berubah, awalilah perubahan itu dari dirimu. Dengan merubah bagaimana kamu memandang sekeliling, bagaimana kamu merasakannya. Karena, bagaimana kamu memandang sesuatu sangat menentukan mengapa kamu bersikap begini dan begitu terhadap hal tersebut. Sikap itulah yang mencadi celah mengapa sebagian mendapatkan hasil yang berbeda dengan usaha yang sama. 

    651 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

    Similar Category Post

    Diterbitkan oleh

    algazel ma'ruf

    Lelaki muda ini pecinta literasi dan dunia da'wah bil kitabah. Essai, opini, artikel adalah bentuk tulisan pujaannya. Filsafat, psikologi dan tasawuf adalah materi yg menarik hatinya.

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *